VAPERS ARAB BERESIKO DENGAN HUKUM

By Admin in Vape

Vape
Arab Saudi adalah negara yang memiliki tingkat perokok yang cukup tinggi meski disana aktivitas merokok dianggap tabu. Asosiasi Diabetes dan Endokrin Saudi memperkirakan jumlah perokok di Arab Saudi hampir 6 juta orang. Jumlah diperkirakan akan meningkat menjadi 10 juta pada tahun 2020, atau kira-kira 30 persen dari populasi. Lebih banyak orang Saudi yang meninggalkan rokok mereka dan bergabung dengan tren vaping yang melanda dunia saat ini.

Uniknya, tidak ada undang-undang eksplisit yang melarang vaping di Arab Saudi, dan vapers bebas untuk melakukan aktivitas tersebut di depan umum, tetapi tidak ada cara legal untuk mendapatkan alat vape, liquid vape, atau perlengkapan apa pun yang diperlukan untuk menggunakan vape. Namun, Kementerian Perdagangan dan Investasi secara resmi melarang penjualan semua produk e-rokok atau vaping sejak September 2015.

Hukum Saudi melarang penjualan barang-barang semacam itu dan menganggap siapa pun yang membawanya dari luar negeri sebagai penyelundupan, dan dapat dikenakan denda dan penyitaan barang-barang tersebut. Larangan penjualan telah memaksa vapers di Kerajaan Saudi untuk mencari metode alternatif untuk membeli keperluan vape. Meskipun legalitasnya diragukan, tapi para vapers masih bingung karena mereka tidak yakin apakah mereka melanggar hukum di negaranya.

Apakah vaping lebih baik untuk kesehatan Anda daripada rokok? Cara paling sehat untuk merokok adalah dengan tidak merokok sama sekali, tetapi vaping sering dihadirkan sebagai alternatif dari rokok tradisional. Vape masih dapat memberikan dosis nikotin ke tubuh tanpa racun dan kerusakan akibat asap. Namun demikian, produk vape di pasaran datang dengan peringatan yang identik dengan yang ada di bungkus rokok. Hanya untuk orang dewasa, tidak ada manfaat kesehatan dan risiko kesehatan yang signifikan.

Terlepas dari ketidakpastian ini, vaping semakin populer di Arab Saudi dalam dekade terakhir, terutama di kalangan pemuda negara itu. Mohammed Idrees, seorang pengacara berusia 35 tahun dari Jeddah, mengatakan dia menggunakan vaping sebagai cara untuk berhenti dari kebiasaan merokoknya. Dia menggunakan Juul, mod vape bermerek yang dirancang untuk membantu menyapih perokok dari rokok. “Sebagai bonus, ini juga lebih murah dari kebiasaan merokok saya dulu,” katanya.

Nasser Riyadh, seorang programmer berusia 24 tahun, mengatakan dia hanya melakukan vape sesekali untuk menghilangkan stres. "Saya sudah vaping dua atau tiga kali seminggu selama sekitar satu tahun," katanya. “Itu membuat saya tetap tenang dan membantu saya tetap waras setelah hari yang sangat sulit di tempat kerja”.

Di Arab Saudi, kebanyakan orang disana yang memilih untuk melakukan vaping yang memiliki resiko berurusan dengan hukum untuk mempertahankan kebiasaan mereka.

Sumber: ARABNEWS

<< Back to posts